Wartamutukawi — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, SD Muhammadiyah 1 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai pionir pendidikan berbasis digital. Sekolah ini sukses menyelenggarakan ajang bergengsi Mutukawi Coding Competition (MKCC) 2026, sebuah kompetisi coding yang diikuti oleh seluruh murid dari kelas 1-5.

Mengusung tema besar "The Clash of Code", kompetisi ini dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir komputasional, kreativitas, dan pemecahan masalah sejak usia dini. Lewat ajang ini, para siswa ditantang untuk merancang program dan menyelesaikan berbagai misi coding dengan penuh sportivitas.

Kompetisi dimulai dari babak penyisihan yang berlangsung 4-8 Mei 2026 dan babak final18-20 Mei 2026 dengan suasana kompetisi yang kompetitif sekaligus menyenangkan. Wajah-wajah penuh konsentrasi berganti menjadi senyum semringah saat para peserta berhasil menyelesaikan tantangan pemrograman.

Acara puncak dan awarding dilaksanakan tanggal 21 Mei 2026 yang dihadiri oleh perwakilan Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Malang, Ketua PCM Kec. Klojen, dan ketua Majelis Dikdasmen & PNF Kec. Klojen.

Ketua PCM Kec. Klojen, ust. Hafidz, S.Pd., M.Pd.I dalam sambutannya mengapresiasi kejuaraan yang di selenggarakan di SD Mutu Kawi ini.

“Pimpinan Cabang Muhammadiyah Klojen sangat bangga dan mengapresiasi inovasi yang konsisten dilakukan oleh SD Muhammadiyah 1 Kota Malang. Di era digital ini, dakwah dan pendidikan Muhammadiyah harus bergerak dinamis. Mengajarkan coding sejak dini bukan sekadar mengenalkan anak pada komputer, tetapi membentuk karakter berpikir yang logis, sistematis, dan solutif. Ini adalah investasi besar untuk menyiapkan generasi emas yang siap memimpin di masa depan," ungkapnya

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba, Ust. Abdulloh Hamid Sulaiman, S.Kom., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kompetisi ini dirancang sedemikian rupa agar ramah dan aplikatif bagi seluruh tingkatan kelas.

"Proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi ini tentu memiliki tantangan tersendiri, mengingat rentang usia peserta dari kelas 1 sampai kelas 5 yang cukup beragam. Namun, antusiasme dan daya tangkap para siswa dalam menyerap materi pemrograman luar biasa di luar ekspektasi kami. Melalui The Clash of Code, kami menyusun alur tantangan bertahap yang tidak hanya menguji logika coding mereka, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, serta kepercayaan diri untuk memecahkan masalah secara mandiri," ujar Ust. Hamid.

Dalam sambutan lainnya, Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Malang menegaskan bahwa event ini merupakan sebuah terobosan baru dan catatan sejarah penting bagi persyarikatan.

"Kami sangat bersyukur dan bangga karena Mutukawi Coding Competition 2026 ini adalah kompetisi coding pertama yang pernah diadakan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Pendidikan (AUMDIK) se-Kota Malang. Sebagai pionir, kami ingin membuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi digital baru. Melalui ajang ini, kami membuktikan bahwa anak-anak zaman sekarang bukan lagi sekadar konsumen teknologi, melainkan pencipta (creator) teknologi masa depan yang siap bersaing," jelas Kepala Sekolah dengan penuh optimisme.

Keberhasilan acara ini menegaskan posisi SD Muhammadiyah 1 Kota Malang sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Cabang Muhammadiyah Klojen yang tidak hanya unggul dalam nilai-nilai karakter dan spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.

Dengan berakhirnya Mutukawi Coding Competition 2026, diharapkan semangat berinovasi ini tidak berhenti di sini, melainkan menjadi pemantik bagi seluruh AUMDIK di Kota Malang untuk terus mengeksplorasi dunia digital demi melahirkan pemimpin masa depan di era industri modern.

Selamat kepada para pemenang! Teruslah mengode dan menginspirasi!